Puluhan Tahun Berlalu, Akhirnya Terungkap Ternyata Ini Alasan Utama Bung Karno Enggan Bubarkan PKI Yang Dikenal Kejam!






Puluhan Tahun Berlalu, Akhirnya Terungkap Ternyata Ini Alasan Utama Bung Karno Enggan Bubarkan PKI Yang Dikenal Kejam!  -Sebagai warga bangsa Indonesia, kita tidak boleh lupa akan sejarah yang pernah terjadi di bangsa ini. Ada satu sejarah kelam yang terjadi puluhan tahun lalu dimana beberapa Jendral mati terbunuh dengan sadis oleh PKI, yang kemudian peristiwa tersebut dikenal dengan nama G 30 S/PKI.

Ada hal yang aneh terjadi pada masa kelam tersebut, bahwa ternyata Presiden Soekarno enggan membubarkan PKI, Padahal Soekarno tau kenyataan dan betapa kejamnya PKI pada saat itu. Dilansir dari TRIBUNNEWS,Sosok Presiden Ke-2 RI  Soeharto  sangat berkesan di mata rakyat Indonesia. bukan hanya dikenal sebagai Bapak Pembangunan, mantan jenderal bintang lima  itu juga dikenal sebagai penumpas gerakan Partai Komunis Indonesia (PKI).

Dia lah orang yang secara tertulis dan kewenangan membubarkan partai yang  beberapa kali melakukan pemberontakan terhadap pemerintahan Indonesia itu. Dalam rekaman suara yang diunggahdi Youtube, Soeharto menceritakan secara lengkap tentang keberadaan komunis di Indonesia, tentang marhaenisme, tentang hubungan marhaenisme dan komunis, dan marxisme.

Dia juga bicara tentang konsep Soekarno yang ingin mempersatuan tiga ideologi sekaligus, yaitu ideologi agama, nasionalis, dan komunis. Soeharto  mengatakan ini semua dalam sebuah pertemuan dengan para perwira TNI di Peternakan Tapos, Bogor, Jawa Barat.


Video yang diunggah Daeng AM pada Youtube berjudul Ditemukan Suara Asli Seoharto Sedang Pidato Mengenai G 30 S PKI itu Soeharto sudah mengetahui ancaman PKI sejak lama. Kala itu, dirinya yang merupakan Panglima Tentara Teritorial Diponegoro di Jawa Tengah pada tahun 1958 mendampingi Presiden Soekarno dalam sebuah kunjungan.

Selain melaporkan situasi keamanan terkini, Soeharto yang menemani Soeharto sepanjang perjalanan sempat mempertanyakan tentang mobilisasi PKI yang kian meningkat di wilayah Jawa Tengah.

Apalagi, PKI memenangi Pemilu tahun 1955 di Jawa Tengah sehingga cukup mengkhawatirkan dirinya sebagai prajurit TNI. Kepada sang presiden, Soeharto mempertanyakan apakah keberadaan PKI dapat mengancam NKRI. "Pada waktu itu, beliau mengunjungi daerah dalam rangka saya penguasa perang, saya mendampingi beliau di mobil," ujar Soeharto dalam video itu.

"Saya banyak melaporkan soal keamanan. Kemudian saya tanya kepada beliau, karena setelah pemilihan umum pada waktu itu untuk dewan konstituante, pak ini mengenai PKI di Jawa Tengah itu menang, apakah tidak membahayakan Pancasila?" Pertanyaannya merunut pada ideologi PKI yang menganut paham komunis. Paham tersebut dinilainya tidak sejalan dengan ideologi Pancasila.

Namun, Soekarno digambarkannya tidak terkejut. Sang Proklamator justru menyampaikan bahwa bangkitnya PKI berasal dari dukungan rakyat yang harus diperhatikan dan diperjuangkan. Menurut Soeharto, ideologi komunis berbeda dengan ideologi Pancasila. Karena itu, jika PKI menang dalam pemilu, partai ini bisa mendirikan negara komunis.

Ditanya hal itu, Soekarno kata Soeharto mengatakan, "kan kenyataan bahwa PKI itu mendapatkan dukungan daripada rakyat, lahan kekuatan yang harus kita perhatikan, kita perhitungkan. Karena itu harus kita perjuangkan untuk menjadikan PKI itu menjadi PKI Pancasila."

Soeharto yang masih ragu bahwa Bung Karno mampu menjadikan PKI yang Pancasilais terus bertanya. "Apa mungkin Pak. Kan ideologinya beda." Soekarno dengan enteng, kata Soeharto, mengatakan, "Ini perjuangannya Bapakmu (Bung Karno). Serahkan kepada saya. Kamu ndak usah turut-turut. Ya sudah. hehehehe."

Dari obrolan langsung dirinya dengan Bung Karno, maka Soeharto berkeyakinan bahwa Soekarno tak akan menghilangkan PKI di Indonesia meski terjadi pemberontakan beberapa kali. Puncak pemberontakan PKI terjadi pada tahun 1965 lewat Gerakan 30 September (G 30 S) PKI.

"Jadi, saya tahu (Bung Karno dekat dengan PKI), itu sejak 1958. Saat itu saya sudah tanya," ujar Soeharto.

Soekarno Gunakan PKI

Menurut Soeharto, Bung Karno akan menggunakan kekuatan PKI untuk mempersatukan Indonesia. Karena itu, Bung Karno tak akan menghapus PKI setelah G30S PKI, meski ada desakan rakyat. Apalagi Soekarno telah mengeluarkan konsep ideologi baru, yaitu Nasakom (Nasionalis Agama dan Komunis) yang telah digaung-gaungkan Bung Karno, tidak hanya di dalam negeri tetapi juga di panggung internasional.

Konsep Nasakom disampaikan dalam Konferensi Asia-Afrika di Bandung, Jawa Barat,  tahun 1955 dan juga di sidang umum Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB). "Konsep Nasakom tersebut tidak hanya ke dalam negeri, tapi juga sudah dijual ke luar negeri melewati pidato beliau di Persatuan (Perserikatan) Bangsa Bangsa (PBB)," cerita Soeharto menirukan ucapan Bung Karno.

Ketika disampaikan bahwa rakyat yang meghendaki pembubaran PKI, Soekarno mengatakan, "Har (Soeharto--Red), kamu harus tahu, bahwa saya ini bukan hanya pemimpin indonesia. Saya ini pemimpin dunia."

Soekarno melanjutkan, "Saya sudah terlanjur menjual konsep nasakom itu kepada dunia. Sekarang saya harus bubarkan PKI, berarti saya kan harus cabut konsep saya itu. Jadi, di mana mau diletakkan muka saya ini. Ini alasannya." Dalam video berdurasi 37 menit 48 detik itu Soeharto membeberkan tanggapan Soekarno pasca peristiwa G30SPKI.

Kepada dirinya, Soekarno menyebut jika pembunuhan para jenderal Angkatan Darat itu hanya sebuah hal kecil dalam revolusi. Namun, satu hal yang mengejutkan Soeharto bukan tewasnya para jenderal, tetapi keberadaan PKI yang nyatanya sudah mengancam Pancasila jauh sebelum G30SPKI terjadi pada 30 September 1965.

Video rekaman Soeharto  ini menceritakan beragam hal mulai dari paham marxisme yang dianut Soekarno hingga penetapan Soeharto sebagai Presiden menggantikan Soekarno lewat terbitnya Surat Perintah 11 Maret serta Sidang Umum MPRS pada tanggal 20 Juni-5 Juli 1966.

Sidang umum MPR  menghasilkan Ketetapan MPRS No. XI/MPRS/1966 tentang Pemilihan Umum. Berdasarkan ketetapan tersebut, pemilihan umum diselenggarakan selambat-lambatnya pada tanggal 5 Juli 1968.

Selain itu, MPRS juga mengeluarkan Ketetapan MPRS No.XIII/MPRS/1966 tentang pembentukan Kabinet Ampera sebagai pengganti Kabinet Dwikora untuk memenuhi dan melaksanakan Trikora yang dipercayakan kepada Letnan Jenderal Soeharto.

Ketetapan tersebut berujung pada ketetapan MPRS No. XXXIII/MPRS/1967 tentang Pengangkatan Jenderal Soeharto sebagai pejabat Presiden RI menggantikan Presiden Soekarno, terhitung sejak Soeharto dilantik pada tanggal 12 Maret 1967.. Dan artikel ini bisa juga kamu temukan di:
soekarno pki,soekarno dan pki,soekarno enggan bubarkan pki,kaitan soekarno dan pki

0 Response to "Puluhan Tahun Berlalu, Akhirnya Terungkap Ternyata Ini Alasan Utama Bung Karno Enggan Bubarkan PKI Yang Dikenal Kejam!"

Posting Komentar