• Selasa, 9 Agustus 2022

Polemik Fasilitas Mewah Lembaga Kemanusiaan, Forum Zakat: ACT Bukan Bagian dari Organisasi Pengelola Zakat

- Rabu, 6 Juli 2022 | 17:37 WIB
Forum Zakat menyatakan ACT bukan bagian dari organisasi pengelola zakat. (Tangkapan layar https://forumzakat.org)
Forum Zakat menyatakan ACT bukan bagian dari organisasi pengelola zakat. (Tangkapan layar https://forumzakat.org)

REALITA PUBLIK,- Forum Zakat selaku asosiasi yang menaungi 196 Organisasi Pengelola Zakat (OPZ) di Indonesia menyebut, ACT (Aksi Cepat Tanggap) bukan bagian dari organisasi pengelola zakat.

Hal itu menyikapi hasil liputan khusus media terkait fenomena pengelolaan dana kedermawanan sosial keagamaan, yang diduga telah digunakan untuk memfasilitasi kemewahan dan nominal gaji yang fantastis bagi para petinggi lembaga kemanusiaan tersebut.

Forum Zakat juga menjelaskan, penggunaan alokasi dana operasional OPZ diatur sangat ketat. Mengacu pada Fatwa MUI No. 8 tahun 2020 tentang Amil Zakat dan Keputusan Menteri Agama No. 606 tahun 2020 tentang Pedoman Audit Syariah.

Baca Juga: Dituding Manfaatkan Dana Umat, ACT: Kami Sudah Berbenah

Yakni, tidak melebihi 1/8 atau 12,5% dari jumlah penghimpunan dana zakat dan 20% dari jumlah dana infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya dalam satu tahun.

Konstruksi regulasi dan mekanisme pengawasan bagi organisasi pengelola zakat (OPZ) di Indonesia sangat ketat dan rigid. Sesuai dengan Undang-Undang no. 23 tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat, terdapat mekanisme pengawasan yang berlapis (multi-layer) dan melibatkan pemangku kepentingan yang beragam (multi-stakeholders), seperti Kementerian Agama, BAZNAS, Majelis Ulama Indonesia (MUI), dan lain sebagainya.

Regulasi yang ketat dapat meminimalkan potensi penyelewengan dana publik serta peluang Conflict of Interest di dalam tubuh organisasi pengelola zakat.

Dalam hal pengawasan terhadap Organisasi Pengelola Zakat, mekanisme nya terdiri dari pengawasan internal, mencakup audit internal serta pengawas syariah yang terakreditasi oleh Majelis Ulama Indonesia; kemudian mekanisme pengawasan eksternal yang melibatkan audit kepatuhan syariah oleh Kementerian Agama, serta pelaporan rutin per semester kepada BAZNAS.

Baca Juga: ACT Diduga Manfaatkan Dana Umat, Fasilitasi Petinggi dengan Gaji Fantastis dan Kemewahan

Lebih lanjut, regulasi juga mewajibkan setiap OPZ untuk diaudit oleh Kantor Akuntan Publik dan mempublikasikannya melalui kanal komunikasi yang tersedia.

Forum Zakat menginformasikan bahwa saat ini telah tersusun dan disahkan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) bidang pengelolaan zakat sebagai wujud nyata penguatan ekosistem zakat yang menjunjung tinggi transparansi pengelolaan keuangan dan akuntabilitas program serta manajemen organisasi pengelola zakat.

Dari berbagai konstruksi regulasi, mekanisme pengawasan, kode etik lembaga, serta standar kompetensi tersebut hanya berlaku bagi organisasi pengelola zakat di bawah payung hukum Undang-Undang no. 23 tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat.

Di luar entitas tersebut, payung hukum dan mekanisme pengawasan yang dijadikan acuan berbeda serta tidak menjadi bagian dari ekosistem zakat. Dalam hal ini, Forum Zakat menyatakan ACT (Aksi Cepat Tanggap) bukan bagian dari organisasi pengelola zakat.

Baca Juga: ACT, Madina Quran dan PWI Kota Bandung Bagikan Al Quran Gratis Untuk Santri di Sumedang

Selain itu, tingkat kepatuhan dan kedisiplinan OPZ terhadap regulasi, mekanisme pengawasan, kode etik, serta standar kompetensi pengelolaan zakat menjadi titik tumpu yang turut menyumbang tumbuh kembangnya kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan dana kedermawanan publik melalui OPZ.

Lebih lanjut, hal ini turut mendukung upaya pemberdayaan masyarakat dan pengentasan kemiskinan di pelosok negeri.

Forum Zakat menyatakan bahwa anggota Forum Zakat dalam Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) (2021) turut berkontribusi kepada masyarakat terdampak COVID-19 di 34 provinsi, dengan total penerima manfaat mencapai 3.05 juta jiwa yang terbagi pada 3 (tiga) sektor utama.

Yakni sektor UMKM kepada 323,850 jiwa penerima manfaat ekuivalen dengan 32,385 UMKM; sektor Kesehatan yang berkontribusi terhadap 763,570 jiwa penerima manfaat; serta sektor Perlindungan Sosial yang memberikan manfaat kepada 1,969,234 jiwa.

Baca Juga: ACT Kota Bandung Berbagi di Momen Hari Pers Nasional 2022

Pendistribusian yang dilakukan anggota forum zakat senantiasa mengacu kepada peraturan dan aspek syariah yang ditetapkan Kementerian Agama dan BAZNAS.

Forum Zakat mengapresiasi kepercayaan dan amanah yang dititipkan masyarakat kepada setiap anggota Forum Zakat yang ada. Semoga hal tersebut dapat terus ditingkatkan seiring dengan upaya peningkatan standar organisasi pengelola zakat dan mutu layanan kepada masyarakat Indonesia secara keseluruhan. (Cuy/dbs)

Editor: Cuya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Menteri PAN RB Tjahjo Kumolo Meninggal Dunia

Jumat, 1 Juli 2022 | 14:14 WIB
X