• Rabu, 5 Oktober 2022

Rizal Ramli Tantang KPPU Selidiki Soal Dugaan Intervensi Pemerintah ke SPBU Vivo: Langgar UU Antimonopoli

- Jumat, 9 September 2022 | 18:31 WIB
Rizal Ramli keprit pemerintah, harga minyak dunia turun tapi pemerintah tetap merugi (dok, tangkapan layar/net)
Rizal Ramli keprit pemerintah, harga minyak dunia turun tapi pemerintah tetap merugi (dok, tangkapan layar/net)

REALITA PUBLIK,- Sempat menjual harga BBM sejenis Pertalite lebih murah dari harga yang ditetapkan pemerintah, kini harga BBM jenis Revvo 89 dari SPBU Vivo menjadi Rp 10.900 per liter.

Harga BBM jenis Revvo 89 sebelum mengalami penyesuaian harga yakni, Rp 8.900 per liter. Namun sejak 5 September pengelola SPBU Vivo resmi menaikan harga. Penyesuaian tersebut dikabarkan atas tekanan pemerintah.

 

Karena sebelum mengalami kenaikan, pada Minggu (4/9) siang, sejumlah petugas mengatakan bahwa stok Revvo 89 kosong. Namun, pada sore harinya, plang harga kembali dibuka dengan kenaikan harga menjadi Rp 10.500 per liter.

Baca Juga: Anthony Budiawan Menyebut Kebijakan Pemerintah ke SPBU Vivo Bisa Menyalahi UU Antimonopoli

Terkait rumor yang berkembang di masyarakat hal ini akibat tekanan dari pemerintah karena harga BBM milik Vivo yang dijual lebih murah. Ekomom senior, Rizal Ramli ikut angkat bicara.

Melalui cuitan di akun Twitter pribadinya, pada Rabu (7/9), Rizal Ramli meminta Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU) untuk menyelidiki atau mengusut lebih dalam dugaan intervensi dari pemerintah terhadap pengelola SPBU Vivo.

“Perusahaan seperti Vivo itu kecil market sharenya (fringe) sengaja di hadirkan untuk dorong Pertamina agar lebih efisien,” tulisnya. 

Baca Juga: Temui Massa Aksi, Empat Fraksi DPRD Jabar Sepakat desak Pemerintah Batalkan Kenaikan BBM bersubsidi

“Ternyata dilarang. Harus ikut harus ikut harga monopoli pertamina yang tidak effisien,” lanjutnya.

Halaman:

Editor: Cuya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Progres PLTA Kayan, Pembangunan Jalan Capai 30 Persen

Rabu, 14 September 2022 | 18:05 WIB
X