• Senin, 28 November 2022

Sejumlah Mantan Perwira Tinggi TNI AD Gabung ke Partai PAN, Terungkap Alasan dan Tujuannya

- Senin, 31 Oktober 2022 | 17:31 WIB
Dua mantan Pati TNI AD, Brigjen (Purn) Yusep Sudrajat dan Brigjen (Purn) Rahmat Triyono serta Kol Czi (Purn) Edy Saptono saat silaturahmi dengan masyarakat Kabupaten Bandung (cuy)
Dua mantan Pati TNI AD, Brigjen (Purn) Yusep Sudrajat dan Brigjen (Purn) Rahmat Triyono serta Kol Czi (Purn) Edy Saptono saat silaturahmi dengan masyarakat Kabupaten Bandung (cuy)

REALITA PUBLIK,- Sejumlah mantan perwira tinggi atau Jenderal TNI berlabuh dan bergabung ke PAN (Partai Amanat Nasional), mereka juga memilih perahu partai besutan Ketua Umum Zulkifli Hasan ini untuk mengikuti kontestasi legislatif pada Pemilu 2024.

Terdapat tiga nama yang terjun dalam dapil di Jawa Barat, antara lain; Brigjen TNI (Purn) H. Yusep Sudrajat, S.Ip., M.Si yang akan mencalonkan diri menjadi anggota DPR RI dari Dapil Jabar II (Kabupaten Bandung dan KBB). Selanjutnya, Brigjen TNI (Purn) Rahmat Triyono S.E (Bacaleg DPRD I Dapil Jabar II) dan Kol Czi (Purn) Dr. Ir. Edy Saptono, M.M. (Bacaleg DPRD II Kabupaten Bandung).

Menurut Brigjen TNI (Purn) Yusep Sudrajat, alasan dirinya memilih saluran politiknya ke PAN karena partai ini selain berbasis agama juga telah bertransformasi menjadi partai agamis-nasionalis.

"Dulu PAN identik dengan partai agama tapi sekarang sudah nasionalis juga," katanya saat ditemui usai kegiatan silaturahmi dan komunikasi terkait perekrutan saksi pemilu 2024 mendatang, di Warung General, Kabupaten Bandung, Minggu (30/10/2022).

Baca Juga: Wasekjen DPP PAN Sambut Positif Kehadiran Yusep Sudrajat Gabung Partai Amanat Nasional

Meskipun PAN masih berbasis agama, pria yang telah berkarir lebih dari 30 tahun di militer ini mengaku tetap akan lebih memilih PAN sebagai saluran politiknya. Karena secara historis, agama dan nasionalisme tidak bisa dipisahkan dari identitas bangsa Indonesia.

"Walaupun masih berbasis agama, saya akan tetap memilih PAN. Karena memang TNI (nasionalis) itu tidak bisa dipisahkan dari para alim ulama. TNI lahir dari para alim ulama," ucapnya.

Bahkan, lanjut Yusep, Panglima besar TNI Jenderal Sudirman adalah seorang ulama. Guru agama dari Muhammadiyah jadi seorang panglima TNI, "artinya sampai sekarang masih relevan, tidak bisa dipisahkan," tegasnya.

Baca Juga: Pinleg 2024, PAN Menargetkan Raih 12 Kursi di DPRD Jabar

Alasan lain pria lulusan Akmil tahun 1988 ini memilih PAN, saat dirinya berniat menjadi bakal calon Legislatif tak ada mahar untuk partai. "Sehingga kita juga ikhlas terjun. Tujuan kita adalah membangun negeri dengan komponen bangsa lainnya. Memberi sumbangsih dan berperan aktif dalam pemerintahan melalui jalur legislatif," ungkapnya.

Halaman:

Editor: Cuya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Usai Dilantik, DPC Demokrat Ciamis Siap Tancap Gas

Senin, 21 November 2022 | 10:15 WIB

Kang Tjetje Sampai Jumpa dalam Kenangan

Senin, 14 November 2022 | 16:44 WIB
X