• Selasa, 9 Agustus 2022

Islam Mencetak SDM Unggul Berkualitas Berkepribadian Mulia

- Sabtu, 4 Desember 2021 | 11:59 WIB
Peradaban islam (pexels)
Peradaban islam (pexels)

REALITA PUBLIK- Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jabar Ferry Sofwan Arif mengatakan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di wilayah Rebana lebih rendah dibanding rata-rata IPM Jabar. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) Jabar, pada 2020 IPM Jawa Barat menjadi 72,09 meningkat 0,06 poin dibanding 2019 sebesar 72,03.

"Untuk itu di aspek pendidikan menjadi tuntutan," ujar Ferry. Karenanya, di wilayah ini nantinya akan ada dua kampus. Salah satunya Polman untuk mempersiapkan dan pengembangan SDM. Harapannya, ketika aktivitas industri dan kawasan industri bergerak, ada pengisian SDM. (kompas.com, 24/11/2021)

Pendidikan vokasi di kawasan rebana metropolitan, termasuk Majalengka, memang terus digenjot. Langkah tersebut diperlukan untuk mempersiapkan agar tenaga kerja lokal di wilayah itu dapat diserap berbagai industri berteknologi tinggi yang akan tumbuh. Lantas, apa tujuan dari peningkatan IPM ini?.

Pendidikan vokasi hari ini telah menjadi yang terfavorit di dunia pendidikan. Orientasinya adalah menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang siap memenuhi kebutuhan pasar kerja. Tujuan pendidikan vokasi memang bertujuan membangun kualitas SDM yang mampu menghadapi era Industri 4.0.

Sejak Indonesia mengadopsi sistem pendidikan berbasis kapitalisme, paradigma pendidikan sudah bergeser dari hakikat pendidikan itu sendiri.

Baca Juga: Ketua Dewan Pendidikan Jabar Angkat Bicara, Polemik Sumbangan Orangtua Siswa Untuk Sekolah

Apalagi pascaimplementasi ekonomi berbasis pengetahuan (Knowledge Based Economy/KBE), menjadikan pendidikan berubah fungsi.

Bukan lagi pencetak Sumber Daya Manusia yang berkualitas dari aspek karakter dan kemanfaatannya bagi umat manusia. Tapi mencetak SDM mesin industri.

Tiga tahun lalu, melalui Kemenperin, program vokasi itu begitu gencar dilakukan. Terutama di kalangan pelajar yang berorientasi pada sekolah kejuruan. SMK menjamur, jumlahnya bertambah secara signifikan. Saat itu, program yang digagas Kemenperin pada tahun 2018 adalah Link and Match.

Peluncuran program pendidikan vokasi industri tersebut diatur dalam Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2016 tentang revitalisasi SMK, yang diharapkan agar seluruh SMK di Indonesia ke depannya dapat menghasilkan lulusan yang kompeten dan siap kerja sesuai kebutuhan industri.

Halaman:

Editor: Cuya

Tags

Terkini

X