• Senin, 3 Oktober 2022

Weni Dwi Aprianti : Kasus di SMAN 24 Bandung Menandakan Komite Sekolah Kurang Paham Isi Pergub Jabar

- Sabtu, 17 September 2022 | 00:00 WIB
Weni Dwi Aprianti anggota Komisi V DPRD Jabar (ist)
Weni Dwi Aprianti anggota Komisi V DPRD Jabar (ist)


BANDUNG, Realitapublik.com,-- Komisi V DPRD Jabar menilai banyak sekolah yang kurang memahami isi yang terkandung dalam Peraturan Gubernur (Pergub) Jabar No 44 tahun 2022 tentang Komite Sekolah. Sehingga banyak orang tua merasa terbebani uang sumbangan yang ditarik oleh pihak sekolah melalui Komite Sekolah.


Salah satu contoh yang terjadi di SMAN 24 Bandung, baru-baru ini, dimana sejumlah orang tua siswa merasa dipermalukan oleh Komite Sekolah SMAN 24 Bandung karena belum dapat membayar uang sumbangan.


Anggota Komisi V DPRD Jabar Weni Dwi Aprianti, SAB, sangat menyayangkan peristiwa tersebut terjadi. Seharusnya peristiwa tersebut tidak akan terjadi anai saja pihak sekolah dan KomisiSekolah SMAN 24 Bandung, memahami isi yang terkandung dalam Pergub Jabar No 44 tahun 2022 tentang Komite Sekolah.

Baca Juga: Saber Pungli Kota Bandung Libatkan Perangkat Wilayah untuk Cegah Pungli


Pergub Jabar No 44 tahun 2022 tersebut, diterbitkan sebagai uapaya antisipasi adanya pungutan liar (Pungli) disekolah tingkat SMA, SMK dan SLB Negeri di Jabar. Namun, apa yang terjadi di SMAN 24 Bandung, membuktikan bahwa telah terjadi gagal paham Komite Sekolah dalam memahami isi pergub tersebut.


Akibat gagal paham tersebut, sejumlah orang tua siswa SMAN 24 Bandung mengeluhkan perlakukan dari Konite Sekolah saat meminta pembayaran uang sumbangan. Bahkan, sejumlah para orang tua siswa dipermalukan dan bahkan dibentak dengan nada kasar saat mencoba mempertanyakan transparansi penggunaan uang sumbangan sekolah.


Hal ini dikatakan Weni saat dimita tanggapannya terkait kasus yang terjadi di SMAN 24 Bandung, Jumat (16/9/2022).

Baca Juga: Dituding Memaksa dan Permalukan Ortu Siswa, Ini Jawaban Ketua Komite SMAN 24 Bandung


Dikatakan Weni, seharusnya pihak Komite Sekolah sebagai lembag independen dalam mendukung mutu pendidikan sekolah dalam menarik sumbangan harus bersikap sopan-santun, harmonis, dan bersedia menerima masukan-kritikan dari para orang tua demi perbaikan dan kemajuan sekolah kedepannya.

Halaman:

Editor: Husein Widjaya

Sumber: Weni Dwi Aprianti

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Didin Saepudin Menjabat Rektor USB-YPKP Periode 2022-2026

Selasa, 13 September 2022 | 00:05 WIB

Juara Umum O2SN 2022 Diraih Provinsi Jawa Barat

Sabtu, 10 September 2022 | 16:29 WIB

Terinspirasi Semangat Pahlawan, Lawan Pandemi Covid-19

Selasa, 23 Agustus 2022 | 10:35 WIB
X