Menggeliatkan Perekonomian Masyarakat dengan Memaksimalkan Sektor Kepariwisataan

- Rabu, 22 Maret 2023 | 21:43 WIB
Anggota Komisi II DPRD Jabar H.Syamsul Bachri, SH, MBA dari Fraksi PDIP (ist)
Anggota Komisi II DPRD Jabar H.Syamsul Bachri, SH, MBA dari Fraksi PDIP (ist)

BANDUNG, Realitapublik.com,-- Selama Pandemi Covid-19, sector kepariwisataan mengalami guncangan luar biasa, bahkan tidak sedikit pelaku usaha pariwisata mengalami gulung tikar, baik di Kawasan objek wisata, perjalanan wisata termasuk pengelola perhotelan dan restorant.

Menurut Anggota Komisi II DPRD Jabar H. Syamsul Bachri, SH, MBA, terguncangnya sector kepariwisataan tentu sangat berpengaruh terhadap perekonomian masyarakat, terutama yang mengandalkan usahanya sector kepariwisataan. Terutama para pelaku UMKM yang memperoduksi makanan-minuman, souvenir dan warung-warung diseputar objek wisata.

Untuk itu, agar perekonomian masyarakat kembali menggeliat, tentunya kita dari Komisi II DPRD Jabar, yang salah satunya membidangi Kepariwisataan, akan terus mendorong pemerintah provinsi maupun Kabuapetn /kota se Jabar untuk melakukan trobosan dan inovasi agar dapat memaksimalkan sector kepariwisataan.

Demikian dikatakan Syamsul Bachri saat dimintai tanggapannya terkait masih kurang maksimalnya sector pariwisata di Jabar dalam menggeliatkan perekonomian masyarakat, Selasa (21/03/2023).

Baca Juga: Syamsul Bachri : Komisi II Mendukung Kemenkum-HAM Canangkan Pariwisata Berbasis HAM di Jabar

“Pembangunan pariwisata adalah tempat untuk membuka peluang usaha sekaligus mampu menghadapi tantangan kehidupan lokal, nasional, dan global. Maka kuncinya menurut saya adalah industri pariwisata. Kita membangun untuk jangka panjang. Ini adalah sebuah kesempatan,” ujar H. Syamsul dari Dapil Jabar XII (Kab/kota Cirebon-Kab Indramayu)ini.

Politisi PDIP Jabar ini mencontohkan, pariwisata di Provinsi Bali yang sudah masuk level internasional. Dengan segala potensi yang ada Jawa Barat juga bisa melakukan hal serupa, namun dengan kesiapan infrastruktur , sumber daya manusia dan Sarana-Prasarana harus diperbaiki.

“Kita mempunyai kekuatan yang sangat besar. Ada manufaktur, sektor perdagangan, dan lain-lain. Tapi masih ada pekerjaan rumah untuk membangun pariwisata Jawa Barat menjadi lebih baik, salah satunya pengembangan SDM,” terang Syamsul.

Baca Juga: Syamsul : Sektor Pariwisata Mendorong Percepatan Pemulihan Ekonomi

Desa Wisata

Dalam mengembangkan pariwisata Desa, Provinsi Jabar telah memiliki Perda No 2 tahun 2022 tentang Desa Wisata. Untuk itu, Komisi II DPRD Jabar yang salah satunya membidangi Kepariwisataan, tetunya sangat mendorong agar desa-desa di Jabar yang memiliki potensi wisata didorong agar menjadi Desa Wisata.

Dalam kurun waktu 2 tahun ini, sudah banyak desa-desa di Jabar dikembangkan menjadi Desa Wisata. Namun dalam mengembangkan desa menjadi desa wisata tentunya perlu kajian dan ada dilakukan pemetaan, desa mana saja yang memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi desa wisata.

Untuk mendorong menjadi desa wisata tentunya perlu bantuan dari pemerintah daerah dan provinsi. Namun, tidak semua desa wisata dan desa wisata rintisan terus menerus diberikan bantuan oleh pemerintah, terutama desa wisata mandiri, tidak perlu lagi dibantu.

“Desa Wisata Mandiri tidak perlu dibantu Pemerintah tetapi perlu dilakukan evaluasi agar desa tersebut terus berkembang dan perekonomian rakyat semakin baik, tandasnya. (ApiP/ahw/yad).

Halaman:

Editor: Husein Widjaya

Sumber: Syamsul Bachri

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Konsep Tata Kelola Kota dalam Islam

Sabtu, 1 April 2023 | 21:15 WIB

Terpopuler

X