• Senin, 28 November 2022

Cerita Akiat, Juara Dunia Layangan dari Kota Bandung

- Minggu, 18 September 2022 | 17:37 WIB
Akiat, Juara Dunia dan Legenda Layangan dari Kota Bandung: Begini Kisahnya (Humas Kota Bandung)
Akiat, Juara Dunia dan Legenda Layangan dari Kota Bandung: Begini Kisahnya (Humas Kota Bandung)

REALITA PUBLIK,- Indonesia pernah memiliki sosok yang mengharumkan nama negara Indonesia pada kancah internasional di dunia layangan. Lei Fie Kiat, atau yang lebih dikenal Koh Akiat, adalah sang juara dunia dalam turnamen layangan.

Ditemui di kediamannya, Akiat menceritakan banyak kisah hidupnya semasa kecil hingga akhirnya berhasil menang dalam turnamen layangan dunia.

Awal kisah Akiat dimulai pada 1965 di usia 10 tahun. Untuk mendapatkan uang jajan tambahan, Akiat membuat dan menjual layang-layang di daerah Kiaracondong sembari melihat orang-orang bermain layangan.

Baca Juga: Saber Pungli Kota Bandung Libatkan Perangkat Wilayah untuk Cegah Pungli

Menjual layang-layang masih terus dilakukan dan menyambi menjadi pelayan toko di tahun 1974. Di tahun 1986, Akiat akhirnya mengontrak sebuah rumah di Gg. Sereh No.3, Cibadak, Kec. Astanaanyar, Kota Bandung, dan membuka toko layang-layang.

Di Gang Sereh, Akiat tak hanya berjualan layangan. Beliau pun ikut bermain dengan warga sekitar, mempelajari teknik bermain layangan, yang akhirnya membuat Akiat jatuh cinta dengan layang-layang dan makin mempelajari lebih dalam tentang layangan.

Koh Akiat merintis karir di mulai dari mengikuti lomba-lomba Agustusan. Kemudian berlanjut dan menjadi sering mengikuti lomba-lomba yang diadakan di Jakarta. Karena perlombaan layang-layang di Bandung masih jarang diadakan.

Baca Juga: Tambah Daya Tampung Air Sementara, Rumah Pompa Kopo Citarip Segera Dibangun

Pada sebuah perlombaan layangan di tahun 1995, Akiat memikat Presiden Klub Layang-Layang Internasional, Ludovic Petit dengan kehebatannya. Mereka pun bertemu dan berbincang-bincang, hingga Ludovic mengundang Akiat mengikuti lomba layang-layang dunia di Prancis pada tahun 1998.

Perihal tawaran tersebut, Akiat masih ragu lantaran panitia hanya menyiapkan biaya tiket dan akomodasi untuk 1 orang saja. Sedangkan Akiat ingin istrinya ikut menemani karena beliau tidak bisa berbahasa Inggris.

Halaman:

Editor: Cuya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Cerita Akiat, Juara Dunia Layangan dari Kota Bandung

Minggu, 18 September 2022 | 17:37 WIB
X