• Selasa, 25 Januari 2022

Gara Gara Jual Beras Untuk beli Es Krim, Seorang Anak Alami Cacat Kedua Tangannya Dibakar Ayah Tiri

- Rabu, 5 Januari 2022 | 17:34 WIB

REALITA PUBLIK,- Tragis, seorang anak harus menerima kenyataan pahit menderita cacat seumur hidup lantaran kedua tangannya dibakar oleh ayah tiri nya.

Hanya gara-gara si anak menjual beras dua liter untuk beli es krim, si ayah tega menghukum dengan tindakan sadis dan tidak mendidik.

Peristiwa ini dialami korban FH (14 tahun), seoarang anak di Tapanuli Tengah, Sumatera utara. Saat ini korban harus menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Swasta Matemedika Kota Sibolga.

Baca Juga: Unggah Video Berpakaian Seragam Dinas Kepolisian, Pasangan Gadungan ini Ditangkap Polisi

Pengakuan korban FH, dirinya mendapatkan tindak kekerasan dari ayah tiri nya pad apertengahan bulan September 2021 lalu. Ia menuturkan, Kedua tangannya dibakar ayah tirinya (SH) karena kedapatan menjual beras yang ada dirumah sebanyak dua kilogram dengan harga Rp20 ribu.

Uang hasil menjual beras, kata FH, hanya diambil Rp2 ribu digunakan membeli es krim, sisanya diberikan kembali kepada orangtuanya tersebut.

"Meskipun kesalahan saya sudah saya akui, namun ayah tiri saya tetap memberikan hukuman, dengan mengikat saya di pohon kelapa dibelakang rumah dan kemudian ayah membakar pelepah daun kelapa dan menyulutkan api nya ketangan saya hingga mengalami luka bakar" ungkap FH.

Baca Juga: Anggota Ormas FBR Tewas Akibat Aksi Pengeroyokan di Jakbar

Aksi kekerasan yang dialami FH itu kemudian mendapat perhatian dari Wakil Ketua DPRD kota Sibolga Jamil Zeb Tumori. Pihaknya meminta Polres Tapanuli Tengah mengusut kasus kekerasan terhadap korban, bahkan dirinya berjanji menyediakan 7 pengacara yang akan mendampingi korban dalam menuntut keadilan.

"Saya sangat prihatin atas musiba yang dialami Faisal harefa. Yang mendapatkan perlakuan yang tidak manusiawi dari ayah tirinya hingga mengalami luka bakar serius di bagian tangan nya akibat dibakar oleh ayah tiri nya, dan saya meminta Polres Tapanuli Tengah agar serius menangani kasus ini dan memberi hukuman yang seberat-berat bagi si pelaku." Jelas Jamil Zeb Tumori. (cuy)

Halaman:

Editor: Cuya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X