Bersaksi di Persidangan, H Oyo Sangkal Pengacara Terdakwa yang Mengklaim Telah Mengembalikan Rp9,8 Miliar

- Rabu, 21 Desember 2022 | 13:41 WIB
Sidang kasus dugaan penipuan seorang oknum insinyur kepada pengusaha Cirebon, kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Selasa 20 Desember 2022 (M. Bayu Hidayah/mediusnews)
Sidang kasus dugaan penipuan seorang oknum insinyur kepada pengusaha Cirebon, kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Selasa 20 Desember 2022 (M. Bayu Hidayah/mediusnews)

REALITA PUBLIK,- Hadir sebagai saksi sekaligus korban dalam sidang lanjutan di PN Bandung perkara dugaan penipuan proyek jalan tol, H. Oyo Sunaryo Budiman menepis pernyataan kuasa hukum terdakwa BH yang mengklaim telah mengembalikan uang sebesar Rp9,8 Miliar kepada pihak korban.

Secara tegas H. Oyo sebagai pihak korban mengatakan, pembayaran yang sudah dilakukan terdakwa baru sebesar Rp7,5 miliar. Itupun, tidak termasuk pada total kerugian yang disampaikannya.

"Adapun yang disebut Rp9,8 miliar lebih, itu jika dihitung sama aset. Dan yang kami terima sebesar Rp7,5 miliar. Ini ada bukti rincian keuangan dan bukti pencairan dari bank," katanya.

Melalui staf keuangan perusahaan korban, PT. Karya Kita Putra Pertiwi menyerahkan menyerahkan bukti itu setelah diminta majelis hakim dalam persidangan.

Baca Juga: Sidang Lanjutan Kasus Penipuan Proyek Jalan Tol , Saksi Korban Ungkap Alasan Laporkan Terdakwa ke Polisi

Hal ini disangkal pihak korban, H. Oyo Sunaryo Budiman setelah dalam sidang tersebut, pengacara terdakwa sempat bersikukuh kalau kliennya sudah melakukan pembayaran sebesar Rp9,8 miliar lebih. Bahkan, pengacara terdakwa memperlihatkan bukti BAP saat di Kepolisian yang menyatakan terkait pembayaran Rp9,8 miliar lebih itu.

Sidang kasus dugaan penipuan berkedok proyek jalan tol dengan dokumen kontrak kerja fiktif oleh seorang oknum insinyur kepada pengusaha Cirebon, kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Selasa (20/12/2022).

Dalam lanjutan sidang kali ini, tiga saksi dihadirkan, satu di antaranya merupakan saksi korban, yakni H. Oyo Sunaryo Budiman. Dan dua saksi lainnya yakni Ir. Tasripin selaku Direktur PT. Karya Kita Putra Pertiwi dan Maria Agustina Melinda, Bendahara PT. Karya Kita Putra Pertiwi (perusahaan milik H. Oyo).

Untuk diketahui, dalam kasus ini seorang oknum insinyur menjadi terdakwa, yakni Ir. BH, MT. Dia menawarkan pekerjaan pengadaan material agregat jalan tol di Palembang, bekerjasama dengan PT. Waskita Karya. Kemudian, terdakwa meminta modal pekerjaan sebesar Rp 18 miliar dengan keuntungan 6 persen dibagi dua. Terdakwa menjanjikan pengembalian modal di akhir pekerjaan.

Baca Juga: PN Bandung Gelar Sidang Perdana Kasus Penipuan Proyek Jalan Tol , Korban Berharap Terdakwa Ditahan di Rutan

Halaman:

Editor: Suryadi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Rektor Unila Ditangkap KPK, Diduga Terima Suap

Sabtu, 20 Agustus 2022 | 20:15 WIB
X