• Selasa, 25 Januari 2022

Program Co-Working Space, Ruang Bagi Pelaku Industri Kreatif Kota Bandung

- Sabtu, 8 Januari 2022 | 14:05 WIB
Sebagai upaya meningkatkan daya saing di industri kreatif, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung hadir melalui program Co-Working Space. (Humas Pemkot Bandung)
Sebagai upaya meningkatkan daya saing di industri kreatif, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung hadir melalui program Co-Working Space. (Humas Pemkot Bandung)

REALITA PUBLIK,- Sebagai upaya meningkatkan daya saing di industri kreatif, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung hadir melalui program Co-Working Space. 

Fasilitas ini berguna bagi insan kreatif Kota Bandung dalam berkumpul dan bertukar pikiran.

Disampaikan Plt. Wali Kota Bandung, Yana Mulyana, ini sebagai dukungan Pemkot Bandung untuk insan kreatif di Kota Bandung.

“Selama pandemi Pemerintah Kota mendorong semua pihak untuk berkreasi. Dan Alhamdulillah 20 Kecamatan di Kota Bandung sudah bisa beradaptasi. Ini jadi satu pengalaman yang berharga,” ujar Yana, dalam kegiatan penyampaian laporan Pelaksanaan Program Pusat Pemberdayaan Ekonomi dan Kreativitas Masyarakat dengan Konsep Co-Working Space, Jumat (07/01/2022).

Baca Juga: 'Kabar Gembira'Sebentar lagi Kota Bandung miliki Mal Pelayanan Publik, Ini Daftar Layanannya

Menurutnya, industri kreatif harus menjadi tulang punggung perekonomian Kota Bandung

Sebab industri ini lebih banyak mengandalkan daya pikir yang relatif luas dan tidak terlalu bergantung pada persediaan sumber daya alam yang terbatas.

“Program ini merupakan janji politik Almarhum Mang Oded (Oded M. Danial) dan saya dalam ikhtiar kita membuat satu ekosistem industri kreatif yang mendorong ekonomi pasca pandemi Covid-19,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan & Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung Kenny Dewi Kaniasari mengamini hal tersebut. 

Baca Juga: Genap Satu Abad, Gedong Cai Tjibadak Menjadi Sumber Air Masyarakat Kota Bandung

Menurutnya, tahun 2023 Pemkot Bandung menargetkan Co-Working Space bakal teraktivasi di 30 Kecamatan.

“Bukan hanya fisiknya saja (Co-Working Space) namun juga non fisiknya seperti pembentukan kelompok ekonomi dan kreatif berbasis teknologi yang dikembangkan dengan platform bisnis sosial,” ucapnya.

Kenny juga menghaturkan terima kasih kepada seluruh kolaborator mulai dari organisasi perangkat daerah dan unsur kewilayahan yang sudah berpartisipasi dalam aktivasi Co-Working Space di tingkat Kecamatan.

Konsep Co-Working Space pertama kali dimulai pada 2019. Setelah melalui proses kajian pemetaan, sosialisasi, dan inisiasi program, setahun kemudian atau pada 2020 hingga 2021, Pemkot Bandung melalui Disbudpar melakukan pendampingan kendati via daring.

Baca Juga: Berswafoto di Cidurian Waterfront Yuk, Kawasan Kumuh Bantaran Sungai yang disulap jadi Indah

Tahun 2022, Pemkot Bandung menargetkan 10 Kecamatan untuk dibina. Jumlah ini untuk menggenapi 30 kecamatan untuk aktivasi Co-Working Space.

“Nantinya Kota Bandung akan jadi One District One Product. Satu Kecamatan bakal punya satu produk unggulan,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua DPRD Kota Bandung, Tedy Rusmawan mengapresiasi program Co-Working Space ini dan meminta program ini terus bergulir.

Baca Juga: Kebun Binatang Bandung ada Dua Anak Singa Lucu, Baha dan Gia Namanya

“Kita sudah masuk era 5.0, dan belakangan dikenal juga istilah Metaverse. Kita perlu melangkah jauh karena kita punya banyak produk,” ujarnya.

Dalam acara tersebut juga ditampilkan kreasi UMKM dari tiap Kecamatan di Kota Bandung

Karya yang dipamerkan sebagai pemenang mewakili 17 sub sektor dari bidang industri kreatif.

Baca Juga: Pakar Kebijakan Publik: Bantuan Pemkot itu Nyata, Bukan Gimik
Karya-karya UMKM tersebut meliputi produk industri kreatif mulai dari kuliner, fesyen, musik, dan masih banyak lagi.(Rie/cuy)

Editor: Cuya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Bandung Menjawab Kembali digelar Pemkot Bandung

Selasa, 4 Januari 2022 | 17:12 WIB
X