• Minggu, 2 Oktober 2022

Kemacetan semakin Meningkat, Ketua DPRD Dorong Pemkot Bandung Berlakukan Ganjil Genap

- Sabtu, 23 Juli 2022 | 23:11 WIB
Ketua DPRD Kota Bandung, H. Tedy Rusmawan, AT., M.M., menghadiri program talk show Obrolan Plus Solusi 'Opsi' di Radio PRFM Bandung dengan tema 'Bersama Atasi Kemacetan di Kota Bandung', Rabu, (20/7/2022).
Ketua DPRD Kota Bandung, H. Tedy Rusmawan, AT., M.M., menghadiri program talk show Obrolan Plus Solusi 'Opsi' di Radio PRFM Bandung dengan tema 'Bersama Atasi Kemacetan di Kota Bandung', Rabu, (20/7/2022).

REALITA PUBLIK,- Melihat tingkat kemacetan yang terjadi di berbagai ruas jalan di Kota Bandung. Ketua DPRD Kota Bandung, H. Tedy Rusmawan, AT., M.M., mendorong pemerintah melalui Dinas Perhubungan untuk memberlakukan kebijakan ganjil-genap.

Hal itu diungkapkan Tedy Rusmawan saat menghadiri program talk show Obrolan Plus Solusi 'Opsi' di Radio PRFM Bandung dengan tema 'Bersama Atasi Kemacetan di Kota Bandung', Rabu, (20/7/2022). Talkshow ini juga dihadiri Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung, Dadang Darmawan dan Wakasatlantas Polrestabes Bandung, Kompol Andriyanto.

Menurut Tedy, menerapkan kebijakan ganjil-genap seiring dengan kemacetan di Kota Bandung yang meningkat setelah pelonggaran kebijakan pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat. Serta aktivitas anak-anak masuk dan pulang sekolah. Kebijakan ganjil-genap dinilai bisa mengurangi kemacetan.

Baca Juga: Anggota DPRD Apresiasi Program Rute Aman Selamat Sekolah (RASS) di Kota Bandung

"Saya mendorong Dinas Perhubungan Kota Bandung untuk berani menerapkan ganjil-genap. Apalagi sekarang kondisinya sudah normal kembali. Contohnya saat tanggal 18 Juli 2022 saat anak-anak masuk sekolah. Bila ini tidak diantisipasi tentu kemacetan yang lebih parah akan ada di depan mata kita," ujarnya.

Tedy mengatakan, alasan program ganjil-genap harus dijalankan karena kondisi kemacetan terpantau ada di 17 titik ruas jalan bahkan lebih, di waktu tertentu. Sementara itu, dari data yang ia terima, ada 1,7 juta unit kendaraan roda dua dan 500.000 unit kendaraan roda yang terdata di Kota Bandung. Jumlah ini, menurutnya belum termasuk jumlah pengendara dari luar Kota Bandung yang beraktivitas di Ibu Kota Provinsi Jawa Barat itu.

"Sekarang jumlah dan mobilitas kendaraan di Kota Bandung sangat tinggi. Baik itu warga Kota Bandung itu sendiri ada sekira 2,2 juta kendaraan belum lagi dari wilayah lain. Saya catat ada sekira 17 titik kemacetan di Kota Bandung bahkan lebih bila sudah masuk waktu tertentu. Ini pun ditambah dengan tidak adanya penambahan ruas jalan yang signifikan," ujar Tedy.

Oleh karena itu, ia meminta Pemerintah Kota Bandung untuk mengujicobakan kebijakan ganjil-genap dimulai dari kendaraan pribadi roda empat. Namun, untuk kendaraan pribadi roda dua, taksi online, ojek online serta transportasi umum lainnya kebijakan ini tidak diberlakukan terlebih dahulu.

Baca Juga: DPRD Kota Bandung Tagih Sejumlah Program Kerja Disbudpar

"Kita dorong Pemkot Bandung untuk berani melakukan penerapan ganjil-genap. Diawali dengan uji coba untuk mobil pribadi dulu. Sementara untuk sepeda motor pribadi, ojek online, taksi online dan transportasi publik lainnya tidak diberlakukan dulu. Semoga hal ini jadi ikhtiar kita dalam rangka mengurangi mobilitas kendaraan di Kota Bandung," tutur Tedy.

Halaman:

Editor: Cuya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Optimalkan BIAN, Puskesmas Neglasari Vaksin Door to Door

Kamis, 29 September 2022 | 20:09 WIB

Sejumlah Reklame Ilegal di Kota Bandung Ditertibkan

Kamis, 22 September 2022 | 14:24 WIB
X