• Minggu, 2 Oktober 2022

Memiliki Sertifikat yang Sah, Pemilik Lahan di Jalan Pelajar Pejuang Merasa jadi Korban Mafia Tanah

- Kamis, 15 September 2022 | 23:39 WIB
Ir. Sigit Wiriyatmo merasa jadi korban dari Mafia Pertanahan atas lahan yang ia miliki di Jalan Pelajar Pejuang No. 43 Kota Bandung (Cuy)
Ir. Sigit Wiriyatmo merasa jadi korban dari Mafia Pertanahan atas lahan yang ia miliki di Jalan Pelajar Pejuang No. 43 Kota Bandung (Cuy)

REALITA PUBLIK,- Ir. Sigit Wiriyatmo, pemilik tanah dan bangunan di jalan Pelajar Pejuang No.43 Bandung meminta keadilan, karena tanah dan bangunan yang telah ia tempati sejak tahun 1998 akan dirampas oleh pihak-pihak yang diduga mafia pertanahan.

Padahal dirinya merasa memiliki sertifikat sah, namun diduga para mafia tanah mencoba merampasnya hanya bermodalkan pengakuan penggugat dan putusan Pengadilan Negeri (PN) Bandung Kelas IA Khusus.

Bahkan Panitera, Sahat. U.M. Hutagalung, S.H., M.H., atas nama Ketua Pengadilan Negeri Bandung telah mengirimkan surat permohonan bantuan pengamanan pelaksanaan eksekusi pengosongan penyerahan secara paksa kepada Kaskorgartap II Bandung, Dan Den Pom III/5 Bandung, Dandim 0618/BS Kota Bandung, Pol PP Kota Bandung, Kapolsek Lengkong, Koramil Lengkong, Camat Lengkung, dan Lurah Lingkar Selatan, eksekusi pengosongan dan penyerahan secara paksa tanah dan bangunan jalan Pelajar Pejuang Nomor 43 rencananya dilaksanakan, Kamis, (22/9/2022), pukul 09.00 WIB.

Baca Juga: DLH Jabar Bisa Tiru Sumsel Urus Persoalan Tanah

Hal ini diungkapkan Pemilik sah tanah dan bangunan jalan Pelajar Pejuang No.43 Bandung Ir. Sigit Wiriyatmo saat Konferensi Pers, Kamis, (15/9/2022), di Bandung, turut hadir Kuasa Hukum Ferdinand Siregar, SH., MH., (Alumnus UNPAR 1991), dan Felix Wangsaatmaja, SH., (Alumnus UNPAR 1994).

"Apabila eksekusi pengosongan dan penyerahan secara paksa tanah dan bangunan jalan Pelajar Pejuang Nomor 43 Bandung terjadi, maka keadilan akan terkoyak, dan Pengadilan Negeri terkesan yang punya hukum dan seperti lembaga super body, jelas-jelas telah terjadi pelanggaran hak asasi manusia," tegas Ferdinand Siregar, SH., MH., selaku kuasa hukum Ir. Sigit Wiriyatmo.

Secara tegas Ferdinand Siregar meminta eksekusi pengosongan dan penyerahan secara paksa tanah dan bangunan jalan Pelajar Pejuang Nomor 43 dibatalkan, "Kami selaku kuasa hukum mempertanyakan, lebih kuat Sertifikat Hak Milik atau putusan pengadilan," pungkasnya.

Baca Juga: Terhambat Tanah Longsor, Hasbullah: Pembangunan Tol Cisumdawu Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi

Sedangkan Pemilik tanah dan bangunan jalan Pelajar Pejuang No.43 Bandung Ir. Sigit Wiriyatmo memberikan pernyataan tertulis sebagai berikut:

1. Bahwa saya telah menerima surat Pengadilan Negeri Bandung Kelas I A Khusus dengan No. W11.UI//4975/HK.02/VII/2022 tertanggal 12 Agustus 2022, perihal permohonan pendampingan dan P.S./Penunjukan/Pencocokan/Konstatering/Objek yang akan dieksekusi dalam perkara No. 69/Pdt/Eks/2009/PUT/PN. Bdg Jo. NO. 52/Pdt.G/2004/PN. Bdg Jo. NO. 125/Pdt/2005/PT. Bdg Jo. N0. 2531 K/Pdt/2005, dimana dalam surat tersebut posisi saya adalah sebagai Termohon Eksekusi;

Halaman:

Editor: Cuya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Optimalkan BIAN, Puskesmas Neglasari Vaksin Door to Door

Kamis, 29 September 2022 | 20:09 WIB

Sejumlah Reklame Ilegal di Kota Bandung Ditertibkan

Kamis, 22 September 2022 | 14:24 WIB
X