• Minggu, 2 Oktober 2022

Pendeta Provokasi Menag, Hapuskan 300 Ayat dalam Alqur'an hingga Libatkan TNI dan Banser NU

- Senin, 14 Maret 2022 | 12:28 WIB
Viral Ucapan Pendeta Menag Hapus 300 Ayat Al-Quran, Ustadz Hilmi Firdausi: Terlihat Siapa Yang Radikal (Tangkapan layar)
Viral Ucapan Pendeta Menag Hapus 300 Ayat Al-Quran, Ustadz Hilmi Firdausi: Terlihat Siapa Yang Radikal (Tangkapan layar)

REALITA PUBLIK,- Publik kembali digegerkan terkait video seorang pendeta yang mengusulkan pemerintah melalui Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, untuk hapus 300 ayat Al-Qur’an yang menurutnya menjadi sumber ajaran radikal.

Berdasarkan video yang diunggah di Youtube oleh akun NU Garis Lurus, pada Minggu, 13 Maret, 2022, dengan judul ‘Pendeta Kurangajar Pendukung Menag Ini Usulkan 300 Ayat Al-Qur’an Dihapus’. Pria yang dikenal publik sebagai pendeta dalam video itu bernama Saifuddin Ibrahim atau Abraham Ben Moses.

"Bahkan kalau perlu pak, 300 ayat yang menjadi pemicu hidup intoleran, pemicu hidup radikal dan pembenci orang lain karena beda agama. Itu diskip atau direvisi atau dihapus dari Alqur'an indonesia, ini berbahaya sekali," ujarnya mulai dari detik pertama video yang berdurasi 4 menit 1 detik.

Baca Juga: Ini Pesan Habib Bahar Sebelum Menjalani Pemeriksaan di Polda Jabar

Dirinya juga seolah membandingkan sikap dan kebijakan pemerintah Cina yang telah menghapuskan ayat-ayat Alqur'an yang kasar dari (Mushab) Alqur'an di Cina, katanya.

"Ini yang menjadi perhatian saya, agar ayat-ayat Alqur'an yang keras itu tidak diajarkan di pesantren ataupun madrasah-madrasah seluruh Indonesia," imbuh pria yang pernah terjerat hukum akibat menghina Nabi Muhammad SAW, 2017 lalu.

Selain mengusulkan hal tersebut, pendeta yang mengaku pernah mengajar di pesantren di Indramayu ini tak segan mengatakan, Menag perlu merombak kurikulum di pendidikan islam dan pesantren.

Karena pendidikan islam dan pesantren, menurutnya sebagai sumber kekacauan dan melahirkan kaum radikal.

Baca Juga: Polda Jabar Tahan Habib Bahar, Ini Alasannya

"Padahal kita sadari selama ini semua teroris itu datangnya dari pesantren. Tidak ada teroris itu lahirnya dari sekolah kristen, gak mungkin," ungkapnya enteng.

Tak berhenti sampai disitu, dirinya juga nampak memprovokasi Menag Yaqut Qolil Coumas untuk mengerahkan kekuatan terhadap masyarakat yang bersikap kritis terhadap kebijakan Menteri Agama, khususnya terhadap aturan pengeras suara di masjid.

Pria yang mengaku pernah mengenyam pendidikan di Pesantren ini juga menyebut TNI dan Banser NU dilibatkan dalam menertibkan masyarakat kritis. Dirinya juga seenaknya me-generalisir rakyat yang kritis disebut sebagai kadrun sontoloyo.

"Bapak adalah (mewakili) pemerintah, menteri Jokowi. Bapak memiliki banyak hal, bapak memiliki tentara, pakailah tentara. Bahkan bapak punya Banser NU yang seluruh Indonesia itu bisa digerakkan oleh bapak sebagai panglima Banser," pintanya seakan memprovokasi.

Baca Juga: Bicara Syariat Islam, Ade Armando Menyebut Tak Ada Perintah Sholat 5 Waktu Dalam Al Qur'an

"Untuk apa takut untuk mengatakan masalah adzan itu. Itu urusan menteri agama, kenapa rakyat marah. Gak usah takut," pungkasnya. (Cuy/dbs)

Editor: Cuya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X