• Rabu, 8 Desember 2021

Telusuri Pencemaran Limbah Industri di Rancaekek, Ini Hasil Analisa Dansektor 21

- Jumat, 22 Oktober 2021 | 10:51 WIB
Dansektor 21 Kol Arm Nursamsudin tinjau lokasi yang dilaporkan telah terjadi pencemaran limbah industri di aliran sungai Cimande, Rancaekek. (Cuy/realitapublik)
Dansektor 21 Kol Arm Nursamsudin tinjau lokasi yang dilaporkan telah terjadi pencemaran limbah industri di aliran sungai Cimande, Rancaekek. (Cuy/realitapublik)

REALITA PUBLIK,- Satgas Citarum Harum Sektor 21 akan selalu dan terus melakukan pengawasan terhadap kelestarian lingkungan sungai akibat pencemaran, khususnya dari pencemaran limbah industri.

Ditegaskan Komandan Sektor 21 Kol Arm Nursamsudin, selama ini jajaran di bawahnya yang ada di wilayah subsektor, khususnya Subsektor 01 Rancaekek secara rutin melakukan patroli sungai dan melaporkan secara berkala.

Hal itu diungkapkannya usai menindaklanjuti perintah Pangdam III Siliwangi yang juga sebagai Wakil Komandan II Satgas Citarum Harum (bidang Ekosistem Sungai). Terkait adanya laporan masyarakat yang menyebutkan ada salah satu industri tekstil di wilayah Rancaekek melakukan pencemaran dengan cara membuang limbah kotor langsung ke aliran sungai Cimande, Lebak, Rancaekek, Kabupaten Bandung.

Baca Juga: Masuk Kategori Pidana, Satgas Citarum dan DLH Bandung Buru Pelaku Pembuang Ratusan Karung Limbah Industri

Setelah meninjau dan mengecek langsung di lokasi tempat pengambilan video pencemaran dan mengecek dan mengambil beberapa data dari IPAL perusahaan yang disebutkan dalam video laporan warga. Pihaknya sementara menyimpulkan tidak ada indikasi pembuangan limbah dari PT. Budi Agung yang tidak sesuai baku mutu.

"Berdasarkan hasil dari data-data yang ada dan analisa, dan melihat langsung kondisi di lapangan, kurang cukup bukti kalau itu dari PT Budi Agung," tutur Dansektor 21 Kol Arm Nursamsudin, Rabu (20/10/2021).

Ada beberapa catatan yang membuat Satgas Citarum Sektor 21 menyimpulkan tak ditemukannya indikasi PT Budi Agung membuang limbah kotor ke sungai seperti yang dilaporkan warga.

Baca Juga: Panen Cairan Multi Manfaat Sebanyak 2 Ton, Satgas Citarum Sektor 21 Akan Bagikan ke Masyarakat

"Yang pertama, si pelapor membuat rekaman video dan dokumentasi lainnya bukan di outfall atau mulut pembuangan IPAL Budi Agung. Melainkan pada lokasi yang jaraknya 700 sampai 900 meter dari outfall PT Budi Agung," kata Kolonel Nursamsudin.

Meski begitu, lanjut Nursamsudin, pihaknya tetap melakukan pengecekan dan mengambil data dari IPAL PT Budi Agung. Dan setelah ditelusuri dan dicek di lapangan, IPAL beroperasi secara normal dan hasil pengolahan sesuai baku mutu ada ikan yang hidup di kolam sebelum pembuangan. Tak ditemukan tanda-tanda membuang limbah kotor.

Halaman:

Editor: Cuya

Tags

Terkini

X