• Rabu, 8 Desember 2021

Cemari Sungai, Satgas Citarum Sektor 21 Cor Pipa Pembuangan Limbah Pelaku Usaha Tekstil di Kutawaringin

- Sabtu, 23 Oktober 2021 | 00:47 WIB
Satgas Citarum Sektor 21 Subs 12 Cor pipa pembuangan limbah di sungai (cuy/realitapublik)
Satgas Citarum Sektor 21 Subs 12 Cor pipa pembuangan limbah di sungai (cuy/realitapublik)

REALITA PUBLIK,- Berkat informasi dan laporan dari warga. Satgas Citarum Sektor 21 Subsektor 12 berhasil melokalisir saluran pembuangan yang menggelontorkan limbah cair industri milik salahsatu pelaku usaha tekstil di Desa Kopo, Kecamatan Kutawaringin.

Satgas melokalisir sumber pencemaran dengan cara menutup pipa saluran yang berada di badan sungai Cidano (anak sungai Ciwidey) menggunakan coran semen dan pasir.

Penutupan lubang pencemaran limbah berawal dari laporan dan informasi warga, sekira pukul 08.30 WIB, Jumat (22/10/2021), satgas menerima laporan adanya cairan hitam yang mencemari sungai terlihat di aliran sebelum bermuara ke sungai Ciwidey.

Tak ingin kehilangan bukti, jajaran satgas citarum Sektor 21 Subsektor 12 langsung bergegas menelusuri dan mencari sumber pencemaran. Tak berselang lama, akhirnya satgas menemukan adanya pipa saluran yang berada tepat di badan sungai Cidano masih mengeluarkan cairan hitam.

Tak butuh waktu lama, Satgas berhasil mengidentifikasi bahwa pipa saluran itu berasal dari IPAL milik pelaku industri tekstil, SW Washing.

"Hari ini kami telah melaksanakan pengecoran outfall dari SW Washing. Kita tadi pagi sekitar pukul setengah sembilan mendapatkan laporan bahwa ada pembuangan limbah. Setelah kita telusuri ternyata SW Washing yang membuang limbah," terang Serka Haerul, Satgas Citarum Sektor 21 Subsektor 12.

Selain dilakukan pengecoran, sesuai instruksi Dansektor 21 Kol Arm Nursamsudin. Pihak pengelola atau pelaku industri yang kedapatan membuang limbah kotor di sungai diminta menandatangani surat pernyataan di atas materai untuk segera memperbaiki dan untuk tidak mengulangi di kemudian hari.

Diakui Serka Haerul, pihaknya sudah kali ketiga mendapatkan laporan pencemaran ini. Namun baru hari ini berhasil menemukan sumber pencemarannya.

"Karena beberapa hari yang lalu, jarak lokasi pelaporan dan sumber pencemaran cukup jauh. Jadi dibutuhkan penelusuran dan bukti untuk mendapatkan sumber nya. Dan setelah kita cek seksama, kita temukan bahwa SW Washing yang sedang buang limbah," paparnya.

Sejauh ini, dari hasil pengecekan dan pengamatan Satgas di sekitar lokasi, tak ada indikasi lubang lain, hanya satu pipa buangan ini yang menjadi sumber pencemaran.

Sementara dari pihak pelaku usaha SW Washing, Erwin mengakui kesalahannya dan beralasan hal ini terjadi karena adanya human error dan kebocoran pipa di pengolahan limbah.

"Ini disebabkan adanya human error dan kebocoran di area ipal khususnya di paralon inlet," ujar Erwin.

Mengakui hal ini merupakan kategori mencemari lingkungan, pihaknya akan segera melakukan evaluasi dan segera memperbaiki IPAL, sebelum diperbolehkan kembali beroperasi.

"Untuk sementara kami berhenti dulu. Kita evaluasi apa yang salah dan bagaimana memperbaikinya," ungkapnya.

Untuk kaitan dengan operasional IPAL, Erwin mengaku tidak banyak memahami karena sebelumnya ini dikelola oleh orangtua nya yang belum lama ini meninggal dunia. Namun dirinya berjanji akan memperbaiki agar ke depan tidak lagi terjadi hal seperti ini.

Dirinya juga meminta maaf, khususnya kepada warga masyarakat. "Mengenai kebocoran ini saya menyàmpaikan minta maaf kepada masyarakat yang telah dicemarkan dan terdampak. Saya sebagai penerua akan evaluasi dan memperbaiki," pungkasnya. (cuy)

Editor: Cuya

Tags

Terkini

X