• Selasa, 28 Juni 2022

Dukung Program Citarum Harum, Puluhan Warga Peternak Sapi di Pasirjambu Tandatangani Komitmen Bersama

- Rabu, 1 Desember 2021 | 12:56 WIB
kelompok peternak sapi di desa Mekarmaju, Pasirjambu tandatangani fakta integritas bersama (cuy)
kelompok peternak sapi di desa Mekarmaju, Pasirjambu tandatangani fakta integritas bersama (cuy)

REALITA PUBLIK,- puluhan warga dari kelompok peternak sapi di dua desa di wilayah Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung berkomitmen akan mengurangi pencemaran limbah kotoran hewan ke DAS Citarum.

Komitmen ditunjukan dengan ikut menandatangani dukungan semacam fakta integritas bersama satgas citarum demi terciptanya kelestarian ekosistem DAS Citarum untuk generasi mendatang.

"Kita (satgas) di sini perlu melakukan edukasi dan mencarikan solusi, sehingga masyarakat tidak melakukan hal-hal yang tidak pas. Artinya tidak pas itu, mencemari sungai," ujar Dansektor 21 Kol Arm Nursamsudin.

Tak hanya memberikan edukasi dan mencarikan solusi bagi peternak sapi dalam mengolah limbah kotoran hewan, Satgas Citarum juga menyediakan atau meminta kesediaan petani ikut membubuhi tandatangan sebagai komitmen mendukungvprogram citarum harum.

Baca Juga: Tanggulangi Limbah Kotoran Hewan Cemari DAS Citarum, Ini Cara Yang dilakukan Satgas Sektor 21

"Yang jelas, kalo mereka sudah mau menandatangani (semacam) fakta integritas ini, paling tidak mereka sudah berjanji pada diri mereka sendiri, itu yang sebenarnya," tegas Dansektor 21.

"Ini hanya untuk memotivasi, kalau untuk sanksi hukum yang jelas kita belum terapkan, tapi semngat mereka perlu kita hargai," imbuhnya.

Penandatanganan dukungan terhadap revitalisasi DAS Citarum dilakukan para peternak sapi desa Mekarmaju dan Desa Cisondari, Pasirjambu seusai mengikuti sosialisasi program Citarum oleh Satgas Sektor 21, Selasa (30/11/2021).

"Terimakasih untuk komandan sektor atas kegiatan ini. Buat warga kami ada solusi jalan keluar nya. Dan saya juga meminta koperasi ikut serta membantu memberikan solusi, bagaimana menanggulangi limbah kohe (kotoran hewan) ini," ujar Ketua RW 06 desa Mekarmaju, Utep Tarsidi.

Baca Juga: Pesan Dansektor 21 Untuk Warga, Rawat dan Jaga Baik Penggunaannya

"Mohon agar difasilitasi, misalnya alat-alat pengolahannya. Jangan hanya diambil susu nya aja, tapi ini limbah kohe nya juga harus bisa ikut mengatasi," ungkapnya.

Menurutnya, dengan adanya sosialisasi yang dilakukan Satgas Citarum Sektor 21 dapat lebih membangun dan meningkatkan kesadaran warga, khususnya peternak sapi yang ada di wilayahnya dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Dirinya juga merinci, jumlah sapi yang ada di wilayah nya mencapai 350 ekor, terdiri dari 3 kelompok peternak. dari jumlah penduduk sebanyak 425 KK, hampir 90 persen sebagai peternak sapi.

Sementara, Kepala Desa Mekarmaju Usep Bunyamin menyampaikan, yang paling penting pemahaman terhadap peternak, setiap peternak harus mengamankan kotoran hewan sendiri.

Baca Juga: Telusuri Pencemaran Limbah Industri di Rancaekek, Ini Hasil Analisa Dansektor 21

"Seandainya ada sisa yang masih tidak terolah, mungkin itu bisa menjadi perhatian kami semua yang sifatnya kolektif. Kami akan berupaya mungkin di berbagai bidang, untuk mesin pengolahan ke dinas terkait," ungkapnya.

Masyarakat desa Mekarmaju, khususnya di RW 06 hampir 90 persen sebagai peternak sapi. Kotoran Hewan (kohe) sudah dilakukan pengolahan, namun masih minim dan berskala kecil dari jumlah yang dihasilkan.

"Sejauh ini kohe sudah diolah, namun baru berskala kecil. Tapi jumlah perbandingan kohe yang dihasilkan dengan yang diolah masih timpang," tuturnya.

Tempat yang sama, Uus Permana Ketua kelompok tani Taruna Mukti Tangguh Mandiri mengungkapkan, selama ini pihaknya telah melakukan penyuluhan terkait pengolahan limbah kotoran hewan menjadi pupuk kompos.

Baca Juga: Cemari Sungai, Satgas Citarum Sektor 21 Cor Pipa Pembuangan Limbah Pelaku Usaha Tekstil di Kutawaringin

Selain upaya mengatasi pencemaran limbah kotoran hewan di DAS Citarum, dengan melakukan pengolahan kohe menjadi pupuk kompos mampu menciptakan lapangan kerja bagi pemuda.

"Ini mudah-mudahan kedepan, dengan adanya sosialisasi terus menerus dapat membangun kesadaran mereka (peternak), untuk tidak lagi (kotoran) dibuang di sungai tapi diolah supaya menjadi berkah bagi kita semua," harapnya.

Dirinya menyadari masih banyak kendala yang dihadapi dalam penanggulangan limbah kotoran hewan. Mulai dari infrastruktur, pembiayaan dan teknis.

"Kendala utamanya adalah dari kesadaran para peternak itu sendiri. Yang memang harus kita bangun dan sinergi bersama. Mereka harus sadar bahwa kedepan tidak lagi membuang limbah nya sembarangan, apalagi ke sungai," harapnya.

Baca Juga: Maknai Peringatan Hari Pahlawan, Satgas Citarum Sektor 21 Serentak Tanam Pohon di 3 Wilayah DAS Citarum

kendala berikutnya, peralatan angkut atau tong. "Dan alhamdulillah sudah disanggupi oleh pak kades. Mudah-mudahan itu wujud nyata pihak pemerintahan desa membantu atau bersinergi untuk menyelesaikan permasalahan limbah ini demi citarum harum," ujarnya.

Untuk kendala terbatasnya kemampuan peralatan ketersediaan Yupi atau saung penampung kotoran sapi, "mudah-mudahan ada sinergitas dari ketua Koperasi yang menaungi peternak sapi," tambahnya.

Selain menggandeng pihak yang terkait dengan peternak sapi, dirinya juga menyebut adanya sinergi dengan pihak swasta, khususnya bank bjb.

"Hal ini juga didukung oleh bank bjb. Pembayaran kotoran sapi dimasukan ke rekening bank bjb. Kenapa seperti itu, karena kita akan transfer langsung walaupun dengan nominal kecil sekalipun," ungkapnya.

Baca Juga: Pangdam III Siliwangi Serahkan Motor Angkut Sampah Untuk 23 Sektor Satgas Citarum

Dirinya juga menambahkan, untuk mengolah limbah kotoran hewan di kampung Caringin RW 06, sebanyak kurang lebih 300 ekor sapi dengan kapasitas 12,5 Ton per hari dibutuhkan bangunan green house ukuran 10×30 Meter dan satu unit mesin pencacah.

"Dengan adanya satu daerah memiliki satu saja dan bisa dipakai oleh semua peternak, itu sudah cukup bisa memberikan kontribusi kotoran sapi yang sudah kering dan bernilai ekonomi," pungkasnya. (cuy)

Editor: Cuya

Tags

Terkini

X